puasa wishal/wasal (وصال)
Hadis 1 — Riwayat Bukhari & Muslim (Ibn Umar):
«نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الْوِصَالِ». فَقَالُوا: أَفَأَنْتَ تُوَاصِلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ فَقَالَ: «إِنِّي لَسْتُ كَهَيْئَتِكُمْ، إِنِّي أُطْعَمُ وَأُسْقَى».
Terjemahan: “Rasulullah ﷺ melarang puasa wasal. Mereka berkata: ‘Apakah engkau melakukan wasal, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ‘Aku tidak seperti kalian; Rabbku memberi makan dan minum kepadaku.’”
Hadis 2 — Jami’ at-Tirmidhi #778 (Anas):
عَنِ أَنَسٍ قَالَ: «لاَ تُوَاصِلُوا». قَالُوا: فَإِنَّكَ تُوَاصِلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «إِنِّي لَسْتُ كَأَحَدِكُمْ، إِنَّ رَبِّي يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِي».
Terjemahan: “Dari Anas: ‘Janganlah kalian melakukan wasal.’ Mereka berkata: ‘Tetapi engkau melakukannya, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ‘Aku tidak seperti kalian; Rabbku memberi aku makan dan minum.’”
Hadis 3 — Sahih al-Bukhari (Abu Sa’id al-Khudri):
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «لَا تُوَاصِلُوا، فَأَيُّكُمْ أَرَادَ أَنْ يُوَاصِلَ فَلْيُوَاصِلْ حَتَّى السَّحَرِ».
Terjemahan: “Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Jangan kalian berpuasa menyambung (wasal). Jika seseorang di antara kalian ingin melakukan wasal, maka sambungkanlah hanya sampai waktu sahur.’”
Hadis 4 — Musannaf Ibn Abi Shaybah (Ibn Umar):
أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ وَاصَلَ فِي رَمَضَانَ، فَوَاصَلَ النَّاسُ، فَنَهَاهُمْ … فَقَالَ: «إِنِّي لَسْتُ مِثْلَكُمْ، إِنِّي أُطْعَمُ وَأُسْقَى».
Terjemahan: “Bahwa Nabi ﷺ pernah melakukan wasal di bulan Ramadan. Maka orang-orang ikut melakukan wasal, lalu beliau melarang mereka … Beliau berkata: ‘Aku tidak seperti kalian, sesungguhnya Rabbku memberi aku makan dan minum.’”
Kesimpulan Umum:
Semua hadis di atas menunjukkan bahwa puasa wasal (menyambung puasa tanpa berbuka sama sekali hingga hari berikutnya) dilarang bagi umat Islam. Larangan ini bertujuan menjaga kesehatan, kebugaran, dan menjaga praktik ibadah agar tidak memberatkan diri. Adapun Rasulullah ﷺ memiliki keadaan khusus (“Aku diberi makan dan minum oleh Rabbku”), sehingga wasal bukan syariat bagi umat.
Comments
Post a Comment